deandrasyarizka

Buatmu II

Dalam karya tangan di 29 September 2011 pada 6:54 am

semangkuk bubur
dan
sekotak cokelat
serta
kunjungan di pagi buta
ternyata
tetap tak bisa
membuat kau menegak
sebotol impian
yang kau harapkan

aku tak mengerti
ketika seseorang bisa
tertawa atas
tubuh yang mati

aku tak mengira
seseorang yang
sehari-hari mengunyah
nutrisi untuk otaknya
bisa
tidak mau menggunakan otaknya

tiba-tiba ini semua menjadi lucu
lebih lucu dari yang kuanggap lucu

tertawalah!
tertawalah bersamaku!

mari terbahak-bahak bersama
sampai kita terbangun dari mimpi absurd kita ini dan berkata:
ini sama sekali tidak lucu

Pondok Kharisma, 29 September 2011
atas nama cinta
d.s.

Buatmu

Dalam buah pikiran di 29 September 2011 pada 2:46 am

teringat
sebuah
sajak
kawan:

kepergianmu mengingatkanku
pada
segala yang tidak ada di bumi

tiba-tiba ini semua menjadi begitu lucu

Pondok Kharisma, 29 September 2011
atas nama cinta
d.s.

Bulan Senja

Dalam buah pikiran di 24 September 2011 pada 10:55 pm

Mungkin di bulan masih senja
Kau bilang, padaku ketika
dengan senyum aku menunjuk pada angkasa
pada bulan yang kekuningan jingga

Apa kau percaya ada kehidupan di sana?
Kau tanya, padaku ketika
kita sama-sama memandang bulan yang senja
abaikan lampu yang menelan bintang bercahaya
dan terhadap motor alay yang riuh
– kita juga abai

Aku tak tahu, apalagi
yakin, bahwa di sana
di bulan yang sedang senja
ada yang seperti kau bilang,
kehidupan dengan makhluk-makhluk
yang
di luar batas imaji kita
yang
juga sedang mereka-reka
apa di bumi juga
ada kehidupan seperti mereka?

Barangkali,
di sana
di bulan yang sedang senja
juga sedang ada
sepasang makhluk yang saling jatuh cinta
sedang berangkulan
menatap bumi kita
sambil bertanya
apa kau percaya ada kehidupan di sana?

Apa sebenarnya kita sedang saling menatap?

Pondok Kharisma, 24 September 2011
atas nama cinta
d.s.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.