semangkuk bubur
dan
sekotak cokelat
serta
kunjungan di pagi buta
ternyata
tetap tak bisa
membuat kau menegak
sebotol impian
yang kau harapkan
aku tak mengerti
ketika seseorang bisa
tertawa atas
tubuh yang mati
aku tak mengira
seseorang yang
sehari-hari mengunyah
nutrisi untuk otaknya
bisa
tidak mau menggunakan otaknya
tiba-tiba ini semua menjadi lucu
lebih lucu dari yang kuanggap lucu
tertawalah!
tertawalah bersamaku!
mari terbahak-bahak bersama
sampai kita terbangun dari mimpi absurd kita ini dan berkata:
ini sama sekali tidak lucu
Pondok Kharisma, 29 September 2011
atas nama cinta
d.s.
absurd itu bisa jadi berkonotasi lucu, lho.
ya. Dibilang lucu tidak, dibilang tidak, lucu. Begitulah.